Back to Home

Sarankan AS Mundur, Anggota Parlemen Iran: Anda Tak Perlu Umumkan Perang Selesai, Dunia Bisa Menilai

Added May 13, 2026

Description

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM - Anggota Parlemen Iran, Manouchehr Mottaki menyarankan Amerika Serikat (AS) untuk mundur dalam perang melawan Iran. Ia menegaskan bahwa Selat Hormuz sampai kapan pun tetap berada di bawah kendali negaranya. Dalam wawancara di Teheran pada Selasa (5/5/2026), Mottaki menyebut AS tidak perlu menyatakan kalah atau perang sudah berakhir. Menurutnya, masyarakat dunia akan menarik kesimpulan sendiri. "Langkah terbaik bagi Amerika adalah mundur dari perang ini," ujar Mottaki, dikutip dari Viory pada Rabu (6/5/2026). Mottaki menegaskan bahwa Selat Hormuz adalah garis merah yang tidak boleh dilewati AS. Komentarnya merujuk pada Project Freedom, operasi yang dilakukan pasukan AS untuk mengawal kapal-kapal komersial keluar dari Selat Hormuz. Mottaki mengatakan bahwa Iran telah menembaki kapal Angkatan Laut AS karena mengabaikan peringatan. Ia pun mengklaim tembakan itu tepat sasaran, namun dibantah oleh Pentagon. "Tidak diragukan lagi, jika mereka cukup lancang untuk mencoba lagi, mereka akan ditembak langsung," sambungnya. Mottaki mengatakan, Iran akan tetap melanjutkan ekspor minyak di tengah blokade AS. Menurutnya, dunia termasuk AS juga membutuhkan minyak tersebut. (Tribun-Video.com) Artikel ini telah tayang di Viory dengan judul, 'Hormuz adalah garis merah kami' - Anggota parlemen Iran memperingatkan AS terkait akses Selat Hormuz, menepis klaim tentang niat untuk 'mengganggu ekspor minyak' Program: Tribunnews Update Host: Agung Tri Laksono Editor Video: Tegar Melani Uploader: Bintang Nur Rahman #viory